PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN DANA DESA KEGIATAN KETAHANAN PANGAN BUDIDAYA SEMANGKA, CABE DAN PETERNAKAN SAPI BUM DESA TERU MAKMUR DESA TERU KECAMATAN SIMPANGKATIS
Melalui pemanfaatan Dana Desa, Pemerintah Desa Teru bersama BUM Desa Teru Makmur dan kelompok masyarakat dengan didampingi oleh Pendamping Desa Kecamatan Simpang Katis Dian Anggraini, melaksanakan berbagai kegiatan ketahanan pangan, antara lain pengembangan usaha pertanian (budidaya buah semangka dan cabe) dan peternakan sapi, yang dikelola secara partisipatif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk Penyertaan Modal Bumdes Teru Makmur unit usaha ketahanan pangan ini sebesar Rp. 188.834.200 yang sudah ditransfer ke rekening Bumdes. Modal ini digunakan untuk pembelian sarpras pendukung pertanian semangka, cabe dan sapi, seperti bibit, pupuk, mulsa dan lain sebagainya. Untuk progress pelaksanaannya, budidaya cabe sudah dilakukan penyemaian dan butuh waktu 1 bulan untuk masuk ke tahapan penanaman, dan untuk pengolahan lahan sudah selesai dikerjakan. Sedangkan tanaman semangka sudah ketahap pemasangan grip dan mulsa dan sudah diberi pupuk, butuh 1 minggu untuk ke tahapan penyemaian. Peternakan sapi sebanyak 4 ekor dengan system penggemukan.
Pelaksanaan program kerja BUMDes
di bidang usaha produktif pertanian dan peternakan memiliki posisi strategis
untuk mendorong peningkatan ekonomi desa. Secara eksternal, kondisi usaha
budidaya cabai, semangka, dan ternak sapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang
mencakup tantangan, potensi, peluang, serta prospek pengembangan ke depan.
1.
Tantangan Usaha
Usaha budidaya cabai dan semangka
serta pengembangan ternak sapi masih menghadapi beberapa tantangan eksternal,
terutama terkait perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi
tingkat produktivitas dan kualitas hasil panen. Fluktuasi harga komoditas
pertanian di pasar juga menjadi tantangan, khususnya pada komoditas cabai yang
cenderung tidak stabil. Selain itu, ketersediaan air pada musim kemarau sering
kali menjadi kendala dalam menjaga kualitas tanaman semangka dan cabai. Dalam
usaha ternak sapi, tantangan muncul dari meningkatnya harga pakan, risiko
penyakit hewan, serta keterbatasan fasilitas penggemukan dan kandang yang
berstandar.
2. Potensi Usaha
Desa memiliki potensi alam yang
mendukung pengembangan budidaya tanaman hortikultura dan peternakan.
Ketersediaan lahan pertanian yang subur serta dukungan tenaga kerja lokal
menjadi modal utama dalam mengembangkan usaha cabai dan semangka. Kondisi
lingkungan yang masih bersih dan jauh dari polusi juga mendukung kesehatan
ternak sapi. Selain itu, adanya dukungan pemerintah berupa program pemberdayaan
ekonomi desa dan ketahanan pangan semakin memperkuat potensi pengembangan
sektor agribisnis di tingkat BUMDes.
3. Peluang Usaha
Peluang usaha budidaya cabai dan
semangka cukup besar mengingat permintaan pasar yang tinggi dan terus
meningkat, baik dari pasar lokal maupun regional. Komoditas cabai dan semangka
memiliki nilai jual yang kompetitif serta dapat dipasarkan secara
berkesinambungan. Sementara itu, peluang di sektor ternak sapi didorong oleh kebutuhan
daging yang stabil dan meningkat setiap tahun, termasuk permintaan pada momen
hari besar keagamaan. Kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan pelaku pasar,
pedagang pengumpul, maupun program pemerintah juga membuka ruang bagi BUMDes
untuk memperluas jaringan pemasaran.
4. Prospek Usaha
Secara jangka panjang, budidaya
tanaman cabai dan semangka serta usaha ternak sapi memiliki prospek yang cukup
menjanjikan bagi penguatan ekonomi desa. Pengembangan usaha dapat diarahkan
pada peningkatan skala produksi, penggunaan teknologi pertanian modern, dan
penerapan sistem manajemen usaha yang lebih profesional. Prospek usaha ternak
sapi juga semakin baik jika dikembangkan dengan pola penggemukan, sistem
integrasi pertanian-peternakan, atau pemanfaatan limbah organik sebagai pakan.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan minat masyarakat untuk terlibat dalam
kegiatan ekonomi desa, BUMDes berpotensi menjadikan ketiga komoditas ini
sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.
1.
Proyeksi
Laba-Rugi Tahun Mendatang
Dalam hal ini Pendamping Desa Kecamatan Simpang Katis turut serta memberikan pendampingan kepada pengelola BUMDes dalam rangka penyusunan laporan keuangan dan kelengkapan dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan usaha BUMDes. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa administrasi keuangan BUMDes tersusun secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam proses pendampingan, dilakukan pengecekan dokumen pendukung seperti buku kas, bukti transaksi, serta kelengkapan administrasi lainnya yang menjadi bagian dari laporan pertanggungjawaban kegiatan usaha BUMDes.
Disamping itu dilakukan juga monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes bersama TAPM Kabupaten dan pemerintah kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa berjalan sesuai dengan perencanaan, ketentuan peraturan yang berlaku, serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Dalam kegiatan tersebut, pendamping desa bersama TAPM dan pihak kecamatan melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes.
Kegiatan meliputi pengecekan kondisi lokasi usaha, sarana dan prasarana yang digunakan. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan dapat diketahui perkembangan pelaksanaan kegiatan, kendala yang dihadapi di lapangan, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program ketahanan pangan desa. Hasil dari kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa, BUMDes, dan pemerintah kecamatan dalam meningkatkan tata kelola dan keberhasilan program ketahanan pangan di desa.
Pengelolaan yang transparan dan partisipatif, program ketahanan pangan ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Harapan kami, melalui program ketahanan pangan desa ini, masyarakat
dapat semakin mandiri, kebutuhan pangan tercukupi, dan desa mampu menjadi pilar
utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
.jpeg)

.jpeg)






Komentar
Posting Komentar